All about Us

Rabu, 17 Juli 2013

Thaharah (bagian ke-1)


BAHAN AJAR

1.      Judul                    : Jenis-jenis Air
2.      Pemaparan          :
Air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia khususnya dan makhluk hidup di muka bumi umumnya. Kita bisa hidup sebulan tanpa makan, tapi hanya dapat bertahan hidup beberapa hari saja tanpa minum. Untuk itulah, air sangat penting bagi manusia.  Seiring dengan perkembangannya, air pun menawarkan berbagai macam kebutuhan manusia, di antaranya mengembalikan kebugaran dan kesehatan tubuh kita. Banyak sekali fungsi air bagi kehidupan mereka, salah satu fungsi air bagi manusia adalah untuk bersuci. Oleh karena umumnya, air salah satu media yang mudah didapat dan dipergunakan mereka untuk memenuhi kebutuhan.

1.      Jenis-jenis air yang boleh dipakai bersuci.
Dalam kesempatan ini, akan dijelaskan jenis-jenis  air untuk bersuci. Perlu diketahui bahwa sumber air yang dipakai untuk bersuci ada 7 jenis, yakni:
 
a.      air hujan.
b.      air laut.
c.      air sumur.
d.      air sungai.
e.      mata air.
f.      air salju (es).
g.      embun.

2.      Hubungan kualitas air dengan thaharah (bersuci).
Setiap air yang disebutkan di atas, memiliki tempat tersendiri dalam zatnya, fungsinya dan hukum menggunakannya. Dalam hal ini, ada 4 jenis air ketika dihubungkan dengan thaharah, di antaranya:
1.      Air mutlak.
Air mutlak adalah air yang suci zatnya (tidak berubah salah satu dari tiga sifatnya: rasa, warna dan aromanya), bisa untuk mensucikan yang lainnya dan tidak makruh dipergunakan (untuk keperluan lain seperti mandi atau mencuci). Satu hal lagi, air ini tidak diiringi nama yang sudah melekat padanya (qayyid lazim). Misalnya air kelapa, air tebu, air nila dan lain-lain.
2.      Air musta’mal dan air mutaghayyar.
Adalah air suci tapi tidak mensucikan. Untuk itu tidak boleh dipakai untuk bersuci dalam wudlu, mandi dan intinja. Namun, kalau memungkinkan masih bisa dipakai untuk keperluan lain seperti mandi, mencuci, memasak dan lain-lain. Secara fisik, perubahan  air ini ada yang nampak dinamai mutaghayyar (berubah) dan tidak nampak dinamai musta’mal (bekas).
3.      Air musyammas.
Adalah air yang suci zatnya, mensucikan dan sah jika di gunakan untuk bersuci, tetapi makruh di gunakan untuk bersuci. Air jenis ini di sebut dengan Air Musyammas, yaitu air yang di panaskan oleh  sinar matahari. Hal ini makruh secara medis karena menyebabkan penyakit sopak (belang). Akan tetapi, tidak semua air yang dipanaskan dengan sinar matahari makruh di gunakan, sebab ada syarat-syarat tertentu yang menyebabkannya makruh di gunakan, yaitu :
Ø  Air tersebut ketika dipanaskan berada pada tempat yang terbuat dari besi, tembaga, timah dan sejenisnya. Jika terbuat dari kayu, plastic, tanah, kulit, emas dan perak, air tersebut tidak makruh digunakan.
Ø  Dipanaskan pada kondisi panas yang luar biasa
Ø  Tidak mudah mendingin kembali
Ø  Masih tersedia air yang lain selain air musyammas. Jika sama sekali tidak ada air lain selain air musyammas, maka boleh bahkan wajib menggunakan air musyammas untuk bersuci.
Ø  Di gunakan pada badan. Jika digunakan untuk mensucikan pakaian atau tempat atau benda lain, maka hukumnya boleh.
4.      Air mutanajjis.
Adalah air yang terkena najis atau barang najis meskipun sedikit.

3.      Jenis-jenis air secara kuantitatif.
Bagian ini di bagi dua :
Ø  Air yang sedikit. Air dikatakan sedikit jika ukurannya kurang dari dua kullah, jika air kurang dari dua kullah kemasukan najis, maka hukumnya menjadi najis walaupun tidak ada perubahan apapun karena kemasukan najis itu tadi. Air ini mutlak tidak boleh digunakan untuk bersuci.
Ø  Air yang banyak. Air yang banyak adalah air yang mencukupi bahkan lebih dari dua kullah. Jika air ini kemasukan najis, maka hukumnya suci jika tidak terjadi perubahan pada warna, rasanya dan baunya. Tetapi jika ada perubahan walaupun sedikit pada salah satu sifatnya, maka hukumnya menjadi najis. Air ini tetap boleh digunakan bersuci dengan catatan tidak ada perubahan apapun jika kemasukan najis. Misalnya si A mengencingi air sungai, jika air kencing tersebut tidak menyebabkan bau, rasa dan baunya air sungai berubah, maka hukumnya tetap suci.
Sebagaimana ucapan Al-Ustadz Mahmud Yunus dalam kitab Fiqhul wadlih jilid ke-1 hal. 1,
اَقْسَامُ الْمَاءِ
وَالْمَاءُ الَّذِيْ يَجُوْزُ التَّطَهُّرُ بِهِ سَبْعَةُ اَنوْاَعٍ :
مَاءُ السَّمَاءِ , مَاءُ اْلبَحْرِ , مَاءُ النَّهْرِ, مَاءُ اْلبِئْرِ  , مَاءُ الْعَيْنِ ,مَاءُ الثَّلْجِ وَمَاءُ اْلبَرْدِ
يَنْقَسِمُ الْمَاءُ اِلَى اَرْبَعَةِ اَقْسَامٍ:
 ١   طَاهِرٌ فِي نَفْسِهِ مُطَهِّرٌ لِغَيْرِهِ غَيْرُ مَكْرُوْهٍ اِسْتِعْمَالُهُ وَهُوَ الْمَاءُ الْمُطْلَقُ     ٢    طَاهِرٌ فِيْ نَفْسِهِ غَيْرُ مَطَهِّرٍ لِغَيْرِهِ فَلاَ يَجُوْزُ اِسْتِعْمَالُهُ فِي اْلوُضُوْءِ وَالْغُسْلِ وَغَيْرِهِ . وَهُوَ عَلَى نَوْعَيْنِ الْمَاءِ الْمُسْتَعْمَلِ وَالْمَاءِ الْمُتَغَيِّرِ
٣    طَاهِرٌ فِيْ نَفْسِهِ مُطَهِّرٌ لِغَيْرِهِ مَكْرُوْهٌ اِسْتِعْمَالُهُ وَهُوَ الْمَاءُ الْمُشَمَّسُ
٤    الْمَاءُ الْمُتَنَجِّسُ فَلاَ يَجُوْزُ اِسْتِعْمَاُلهُ فِي اْلوُضُوْءِ وَغَيْرِهِ

وَاْلقَلِيْلُ مَا كَانَ دُوْنَ قُلَّتَيْنِ وَاْلكَثِيْرُ مَا بَلَّغَ قُلَّتَيْنِ اَوْ اَكْثَرَ
وَاْلقُلَّتَانِ عِبَارَةٌ عَنْ مِقْدَارِ اْلمَاءِ الَّذِيْ تَسَعُهُ اْلبِرْكَةُ
طُوْلُهَا ذِرَاعٌ وَرُبْعٌ وَعَرْضُهَا وَعَمْقُهَا كَذَالِكَ. وَطُوْلُهَا وَعَرْضُهَا وَعَمْقُهَا نَحْوَ ٠٦سِنْتِرِ مِتْرًا وَ هُوَ يُسَاوِيْ ٢١٦ لِتْرًا مِنَ الْمَاءِ

4.       Latihan Soal
A.    Pilihan Ganda
1.   وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً ..........كُمْ بِهِ
Kalimat selanjutnya dari surat Al-Anfa’al ayat 11 di atas adalah ….
a.      لِيَجْعَلَ
b.      لِيُطَهِّرَ
c.      لِيُتِمَّ
d.      لِيُذْهِبَ
e.      لِيُنَظِّفَ
2.      وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُوْرًا
Arti ayat 48 surat Al-Furqon  di atas adalah ….
a.      Dan Kami telah menurunkan nikmat yang banyak dari langit.
b.      Dan Kami telah menurunkan makanan yang lezat dari langit.
c.      Dan Kami telah menurunkan dari langit air suci lagi mensucikan.
d.      Dan Kami telah menurunkan tempat yang penuh berkah dari langit.
e.      Dan Kami telah menurunkan dari dari dari langit air hujan.
3.       Dari gambar di bawah ini. Berdasarkan sumbernya yang bukan termasuk air mutlak adalah :

Air sumur





a. Air mutlak.
b. Air musta'mal.
c. Air mutaghoyyar.
d. Air musyammas.
e. Air mutanajis.




4.     Adalah air yang suci zatnya, mensucikan dan sah jika di gunakan untuk bersuci, meskipun makruh. Meruapakan pengertian dari air ....
a.      Air mutlak.
b.      Air musta’mal.
c.      Air mutaghayyar.
d.      Air musyammas.
e.      Air mutanajjis.
5.       Bacalah pernyataan berikut dengan seksama.
       a.     Dipanaskan pada bejana terbuat dari besi, tembaga, timah dan sejenisnya
             b.     Kondisi panas yang luar biasa 
             c.      Mudah mendingin kembali  
 d.      Tidak tersedia air yang lain selain air musyammas. 
 e.      Di gunakan untuk berwudlu. 
6.   Yang termasuk syarat-syarat dimakuhkannya air musyammas adalah: 
a.  1.      1 dan 2.
2.      3 dan 4.
3.      5 dan 1.
4.      2 dan 3
5.      4 dan 5.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar